5 Kesalahan Paling Umum Saat Beli Asuransi (dan Cara Menghindarinya)
Oleh Christopher Reinaldo · 31 Maret 2026
Beli asuransi itu nggak cukup asal beli. Banyak orang yang sudah bayar premi bertahun-tahun, tapi pas butuh klaim — ternyata tidak terlindungi seperti yang mereka kira.
Ini 5 kesalahan paling umum yang perlu kamu hindari.
Kesalahan 1: Beli Karena Terpaksa, Bukan Karena Paham
Banyak yang beli asuransi karena didesak agen, atau karena syarat KPR, atau karena teman yang terus-terusan ajak. Bukan karena benar-benar paham manfaatnya.
Akibatnya? Mereka nggak tahu apa yang mereka beli, nggak tahu cara klaimnya, dan seringkali berhenti bayar premi setelah beberapa bulan.
Solusi: Pahami dulu kenapa kamu butuh asuransi, baru putuskan produk apa yang cocok.
Kesalahan 2: Memilih Premi Termurah Tanpa Baca Manfaatnya
Premi murah memang menggiurkan. Tapi kalau ternyata yang ditanggung sangat terbatas, kamu bisa kecewa saat klaim.
Solusi: Bandingkan manfaat, bukan hanya harga. Tanyakan: “Apa saja yang ditanggung? Apa yang tidak?”
Kesalahan 3: Tidak Jujur Saat Pengisian Formulir
Ini yang paling fatal. Menyembunyikan riwayat penyakit saat mendaftar bisa membuat klaimmu ditolak — bahkan polisnya bisa dibatalkan.
Solusi: Isi formulir dengan jujur dan lengkap. Kalau ragu, tanyakan ke agen.
Kesalahan 4: Uang Pertanggungan Terlalu Kecil
Banyak yang ambil uang pertanggungan minimum untuk menekan premi. Tapi kalau terjadi sesuatu, jumlahnya tidak cukup menanggung kebutuhan keluarga.
Solusi: Hitung berapa yang benar-benar dibutuhkan keluargamu, bukan sekadar yang terasa “aman” di kantong.
Kesalahan 5: Tidak Pernah Review Polis
Situasi hidup berubah — menikah, punya anak, penghasilan naik. Tapi polisnya nggak pernah diperbarui.
Solusi: Review polis minimal setahun sekali bersama agen kamu.
Beli asuransi yang tepat butuh panduan. Aku di sini untuk bantu kamu hindari semua kesalahan ini — dari awal. Ngobrol santai dulu.
Ada pertanyaan setelah baca artikel ini?
Konsultasi Gratis via WhatsApp →