Ibu Rumah Tangga Juga Butuh Asuransi — Ini Alasannya
Oleh Christopher Reinaldo · 11 April 2026
Ada anggapan yang salah kaprah: “Ibu rumah tangga nggak perlu asuransi jiwa karena nggak punya penghasilan.”
Ini keliru besar.
Hitung Dulu Nilai Ekonomi Seorang Ibu Rumah Tangga
Coba hitung berapa biaya yang harus dikeluarkan kalau semua pekerjaan seorang ibu rumah tangga harus digaji:
- Pengasuh anak: Rp 3–5 juta/bulan
- Asisten rumah tangga: Rp 2–4 juta/bulan
- Jasa memasak: Rp 1–2 juta/bulan
- Supir antar-jemput anak: Rp 2–3 juta/bulan
Total: bisa lebih dari Rp 10 juta per bulan. Setahun lebih dari Rp 120 juta.
Kalau ibu rumah tangga tiba-tiba tidak ada, keluarga butuh uang itu untuk menggantikan semua fungsi tersebut.
Asuransi Jiwa untuk Ibu Rumah Tangga
Uang pertanggungan dari asuransi jiwa bisa digunakan suami untuk:
- Bayar pengasuh anak
- Tutup biaya operasional rumah tangga selama masa transisi
- Dana pendidikan anak yang sudah direncanakan bersama
Asuransi Kesehatan untuk Ibu Rumah Tangga
Ini yang sering dilupakan. Banyak suami punya asuransi kesehatan dari kantor, tapi istri dan anak hanya mengandalkan BPJS.
Kalau ibu rumah tangga sakit, siapa yang urus anak? Siapa yang urus rumah? Satu orang sakit bisa melumpuhkan seluruh sistem keluarga.
Pesannya Sederhana
Nilai seseorang bukan hanya dari berapa besar gajinya. Kontribusi ibu rumah tangga nyata — dan butuh dilindungi.
Mau tahu opsi proteksi yang cocok untuk situasimu sebagai ibu rumah tangga atau keluarga muda? Ngobrol santai denganku.
Ada pertanyaan setelah baca artikel ini?
Konsultasi Gratis via WhatsApp →