Berapa Sih Premi Asuransi yang 'Normal' untuk Gajiku?
Oleh Christopher Reinaldo · 12 Mei 2026
Ini salah satu pertanyaan paling jujur yang pernah aku terima: “Chris, gajiku segini. Kira-kira aku mampu nggak buat bayar premi asuransi?”
Dan jawabannya hampir selalu: ya, mampu — asal tahu caranya.
Aturan 10%
Di dunia perencanaan keuangan, ada aturan sederhana: alokasikan 10% dari penghasilan bulananmu untuk proteksi.
Ini bukan angka ajaib. Tapi ini titik awal yang masuk akal untuk sebagian besar orang.
| Penghasilan/bulan | Budget proteksi (10%) |
|---|---|
| Rp 5.000.000 | Rp 500.000 |
| Rp 8.000.000 | Rp 800.000 |
| Rp 12.000.000 | Rp 1.200.000 |
| Rp 20.000.000 | Rp 2.000.000 |
Dari budget itu, kamu bisa cover asuransi jiwa, kesehatan, dan penyakit kritis sekaligus — tergantung prioritas dan kebutuhanmu.
Aku Punya BPJS. Itu Sudah Masuk Hitungan?
Iya, BPJS itu bagian dari proteksi. Tapi seperti yang sudah kita bahas di artikel sebelumnya, BPJS ada keterbatasannya.
Kalau BPJS-mu sudah dibayar kantor, kamu beruntung — budget 10% itu bisa dipakai sepenuhnya untuk asuransi swasta.
Prioritas Kalau Budget Terbatas
Kalau kamu nggak bisa cover semuanya sekarang, ini urutannya:
- Asuransi jiwa — kalau ada yang bergantung pada penghasilanmu
- Asuransi kesehatan — karena sakit bisa datang kapan saja
- Asuransi penyakit kritis — tambahan perlindungan untuk risiko besar
Mulai dari yang paling mendesak. Nambah seiring penghasilan bertambah.
Premi Itu Investasi, Bukan Pengeluaran
Cara paling mudah untuk melihat premi asuransi: bayangkan kamu sedang membeli ketenangan pikiran.
Rp 300.000 per bulan untuk tahu bahwa kalau kamu sakit besok, keluargamu nggak akan hancur secara finansial — itu murah.
Yang mahal adalah tidak punya proteksi, lalu musibah datang.
Mau Tahu Angka Pastinya untuk Situasimu?
Setiap orang punya profil risiko dan kebutuhan yang berbeda. Angka di atas itu perkiraan umum.
Kalau kamu mau tahu berapa pastinya yang perlu kamu bayar untuk profil dan kebutuhanmu — ngobrol santai denganku. Aku bantu hitung, tanpa kamu harus beli apapun.
Ada pertanyaan setelah baca artikel ini?
Konsultasi Gratis via WhatsApp →