← Semua Artikel
edukasitips

Kenapa Banyak Orang Takut (atau Malas) Sama Asuransi? Ini Akar Masalahnya

Oleh Christopher Reinaldo · 21 Februari 2026

Penetrasi asuransi di Indonesia masih rendah dibanding negara-negara tetangga. Padahal secara ekonomi, kelas menengah Indonesia terus berkembang.

Kenapa? Aku pikir ada beberapa alasan psikologis yang mendalam.


1. “Beli Asuransi Berarti Mengundang Sial”

Ini kepercayaan yang sangat umum di masyarakat kita. Membicarakan kematian, sakit, atau musibah dianggap tabu — seolah membicarakannya bisa membuatnya terjadi.

Padahal tidak ada hubungan logisnya. Orang yang punya asuransi jiwa bukan berarti lebih sering meninggal dari yang tidak punya.


2. Pengalaman Buruk dari Orang Lain

“Teman saya susah klaimnya.” “Premi naik terus tapi manfaatnya nggak jelas.” “Katanya bisa untung, ternyata rugi.”

Cerita-cerita ini menyebar lebih cepat dari cerita yang baik. Dan sering kali, masalahnya bukan di produknya — tapi di cara membeli, cara memilih agen, atau cara memahami produknya.


3. Tidak Percaya dengan Agen

Agen asuransi punya reputasi yang, jujur, nggak selalu baik. Hard sell, janji berlebihan, menghilang setelah produk terjual.

Inilah kenapa kepercayaan adalah fondasi dari hubungan agen-nasabah yang sehat.


4. Merasa Ini Membuang Uang

“Kalau nggak ada apa-apa, uangnya hangus dong?”

Mindset ini memandang asuransi sebagai tabungan, bukan proteksi. Asuransi adalah biaya untuk ketenangan pikiran — seperti kamu bayar iuran kebakaran untuk apartemen yang (semoga) tidak pernah terbakar.


Apa yang Bisa Mengubah Ini?

Edukasi yang jujur, tanpa tekanan, dari agen yang bisa dipercaya.

Itu yang aku coba lakukan. Kalau kamu penasaran tapi masih ragu, ngobrol santai dulu — nggak ada yang dipaksa beli apapun.

Ada pertanyaan setelah baca artikel ini?

Konsultasi Gratis via WhatsApp →